Langsung ke konten utama

Ladang

Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk

Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk

Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk

Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk

Masyarakat Bertani Biasa dengan membabat hutan untuk membuka lahan baru bercocok tanam yang dilakukan pada setiap tahunnya sesuai dengan musim tanam,musim bersih padi,musim panen serta musim lainnya.
Salah satu contoh model kearifan tradisional dalam pengelolaan hutan adalah kegiatan sistem perladangan berpindah yang dilakukan oleh orang Dayak di Kalimantan. Sistem perladangan merupakan salah satu ciri pokok kebudayaan Dayak. Orang Dayak yang tidak bisa berladang boleh diragukan kedayakannya, karena mereka telah tercabut dari akar kebudayaan leluhurnya.  Tradisi berladang (siffting cultivation atau swidden) orang Dayak sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang mereka yang merupakan sebagai mata pencaharian utama. Sistem perladangan yang dilakukan orang Dayak diperkirakan sudah dimulai dua abad yang lalu. Bahkan cara hidup berladang di berbagai daerah di Kalimantan telah dikenal 6000 tahun Sebelum Masehi. Dalam kontek pengelolaan sumber daya hutan berwawasan kearifan tradisional, pada dasarnya dikalangan orang Dayak memiliki cara-cara tertentu dalam memperlakukan kawasan hutan. Orang dayak memandang alam tidak sebagai asset atau kekayaan melain sebagai rumah bersama. Konsep rumah bersama ini terlihat dalam setiap upacara yang mendahului kegiatan tertentu yang berkaitan dengan memanfaatkan hutan, dimana selalu terdapat unsur permisi atau minta izin dari penghuni hutan yang akan digarap. Suara burung atau binatang tertentu menjadi sarana komunikasi antara manusia dengan penghuni alam. Menurut kepercayaan orang Dayak, bilamana dalam aktivitas berladang terutama dalam memilih lakosi yang akan digarap, bilamana menjumpai berbagai macam tanda-tanda, seperti suara burung dan binatang tertentu, maka perlu dilakukan upacara dengan mempersembah sesajen dengan maksud agar roh-roh halus yang memiliki kekuatan gaib tidak mengganggu kehidupan mereka baik secara individu ataupun kelompok dalam melakukan berbagai kepercayaan sebagaimana yang digambarkan tersebut, menandakan bahwa orang Dayak memiliki persentuhan yang mendalam terhadap mitos, yakni suatu kejadian yang dipandang suci, atau peristiwa yang dialami langsung oleh para leluhur, meskipun waktu terjadinya peristiwa itu tidak dapat dipastikan secara historis, namun sejarah kejadian itu bagi Orang Dayak berfungsi sebagai norma kehidupan. Pemikiran seperti itu melahirkan suatu persepsi mereka tentang kearifan pengelolaan sumber daya hutan.
Sitem Perladangan Suku Dayak secara garis besar menganut sistem perladangan (berpindah) sebagai budaya yang merata di kalangan suku Dayak sebagai penduduk asli Kalimantan. Walaupun budaya ini tidak dapat dikatakan khas Suku Dayak, namun ada segi-segi khas dapat dikategorikan sebagai kebudayaan Suku Dayak
Siklus pengerjaan ladang sebagai berikut :
  1. Pada bulan Mei, Juni atau Julio rang menebang pho-pohon di hutan, setelah penebangan batang kayu, cabang, ranting, serta daun dibiarkan mengering selama 2 bualan.
  2. Bulan Agustus atau September seluruh batang, cabang, ranting, dan daun tadi harus dibakar dan dan bekas pembakaran dibiarkan sebagai pupuk.
  3. Waktu menanam dilakukan pada bulan Oktober.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nugal Atau Nujah Tahun Tanam 2016

NUGAL atau NUJAH adalah kegiatan menanam Padi di Ladang (Huma) yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sekampung dan keluarga terdekat.  Masyarakat Desa Penyuguk (Ella Hilir Kab.Melawi Kalimantan Barat) dan sekitarnya memiliki kebiasaan menanam padi di Ladang/ kebun yang disebut juga HUMA. Kegiatan ber-Huma dimulai dengan menyiapkan lahan, yaitu menebang pohon-pohon kemudian dibakar kegiatan ini disebut juga NUNU Huma. Tradisi ini sudah dilakukan turun temurun sejak jaman dulu, maka tidak heran kalau menjelang musim menananam padi sering terjadi pembakaran hutan/kebun, hal ini bertujuan untuk membersihkan sampah-sampah pohon yang ditebang dan sekaligus abu pembakarannya diyakini berguna sebagai pupuk alami yang dapat menyuburkan tanah atau menjaga keseimbangan keasaman tanah. Terlepas dari dampak fositif dan negatifnya cara ini dianggap cara yang paling efektif dan efisien dalam menyiapkan lahan pertanian untuk Huma. Kegiatan selanjutnya adalah NUGAL/NUJAH (= ...

AYO PERGI KE SEKOLAH

AYO PERGI KE SEKOLAH TUNJUKAN PRESTASI-MU DENGAN SEMANGAT MEMBANGUN Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Ibu Ima Sedang Memberi Pengarahan Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Ibu Ima Memberi Pengarahan Terkait Pendidikan Anak Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Ruang Kerja Guru SD Negeri 08 Penyuguk Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Sikap Hormat Dan Disiplin Waktu Siswa-Siswi SDN 08 Penyuguk Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Sikap Hormat Dan Disiplin Waktu Siswa-Siswi SDN 08 Penyuguk Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Sikap Hormat Dan Disiplin Waktu Siswa-Siswi SDN 08 Penyuguk Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Pemberian Hadiah Sebagai Bukti Belajar Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Doc Picture : Heri Yanto (Totok) Kepala Desa Penyuguk PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI DESA PENYUGUK

Sekolah Dasar Negeri NO.08 Penyuguk Desa Penyuguk Kec.Ella Hilir Kab.Melawi KAL-BAR

SD NEGERI NO.08 PENYUGUK Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Identitas Sekolah NPSN :  30104891 Status :  Negeri Bentuk Pendidikan :  SD Status Kepemilikan :  Pemerintah Daerah SK Pendirian Sekolah : Tanggal SK Pendirian :  1977-01-01 SK Izin Operasional : Tanggal SK Izin Operasional :  1910-01-01 Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Data Pelengkap Kebutuhan Khusus Dilayani :  Tidak ada Nama Bank :  BANK KALBAR Cabang KCP/Unit : Rekening Atas Nama :  BOS SDN 8 PENYUGUK Luas Tanah Milik :  4500 Luas Tanah Bukan Milik :  0 Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa Penyuguk Data Rinc i Status BOS :  Bersedia Menerima Waku Penyelenggaraan :  Pagi Sertifikasi ISO :  Belum Bersertifikat Sumber Listrik :  Tidak Ada Daya Listrik :  0 Akses Internet :  Tidak Ada Pusat Dokumentasi Dan Informasi Desa P...